Tidak pernah sia-sia
Jalannya gontai, wajahnya kusut seperti cucian
Desas-desus orang, ia baru saja dikoyak rindu yang dalam
Awalnya saja penuh kehangatan
Berujung pada kesia-siaan, menurutnya
Tapi rindu tidak pernah sia-sia
Rindu selalu mengantarkan pada tepian
Ia yang pernah digulung gelombang
Tenggelam dalam palung yang paling dalam
Pada akhirnya juga akan menepi
Bersama rindu yang ia rawat dan besarkan
Sampai harus menanggung rasa seberat ini
Januari, 2024

Post a Comment for " Tidak pernah sia-sia"