Untuk yang Terakhir Kalinya

Aku telah membuat dirimu menjadi seseorang yang aku tunggu dan garapkan

Barangkali aku perlu meminta maaf padamu

Karena membuat dirimu sebagai objek yang ditunggu

kau bagiku lebh dari sepasang sayap

Yang mempunyai kebebasan utuh menjangkau dunia yang kau kehendaki

Sedangkan aku barangkali hanya puing dari bangunan yang dulu pernah megah

Perlu kau ketahui kemegahanku dulu berasal dari limpahan sorot matamu yang sendu itu

Sampai akhirnya angin dari musim ke musim yang memupusku

Perlahan oleh sang waktu aku menjadi puing

Yang terlalu sia dan lama menunggumu

Terlalu kecilnya aku sebagai puing

Bahkan sebentar lagi hela nafasmu mampu menghancurkanku

Untuk yang terakhir kalinya

Setelah menjadi puing, aku mengharapkanmu untuk tumbuh bersama

Hari ini kau semakin dewasa, tidak lagi diam

Akhirnya kau mengatakannya, aku terhempas

Sebelum terlalu jauh, aku akan pulang ke pangkuan Ibuku

Menghapusmu dari ingatanku dengan menertawakanmu

Sembari menata ulang kemegahan puing ini

lewat untaian kata-kata doa Ibuku

April, 2026

Post a Comment for "Untuk yang Terakhir Kalinya"