Sajak: Khayal

 

FATAMORGANA

KHAYAL

Berpadu dalam sunyi menyendiri

Menyikapi angin yang tak pernah henti

Mempertanyakan betapa diri telah terbalut sepi

Telah dan akan berapa purnama lagi

Para dermawan mengkhutbahkan janji suci

 

Seolah daya ingin membuat perhitungan

Dalam luka lara terus berkepanjangan

Biaya pendidikan, kesehatan, sandang-pangan

Tak ubahnya ujung tombak berkarat menancap tanpa kesudahan

 

Entah kepada siapa sepantasnya mengajukan pertanyaan

Apakah nanti dalam gurun ini terdapat sebatang pohon?

Untuk sejenak singgah merebahkan resah

Merasakan kesejukan dedaunan yang sedang membuat makanan

Memetik buah ciptaan tuhan sambil untuk disimpan

Sebagai bekal menghadapi khayalan akan keadilan

 

Prarifase

07-Juli-2018

 

 

Post a Comment for "Sajak: Khayal"