KHAYAL
Berpadu dalam sunyi menyendiri
Menyikapi angin yang tak pernah henti
Mempertanyakan betapa diri telah terbalut sepi
Telah dan akan berapa purnama lagi
Para dermawan mengkhutbahkan janji suci
Seolah daya ingin membuat perhitungan
Dalam luka lara terus berkepanjangan
Biaya pendidikan, kesehatan, sandang-pangan
Tak ubahnya ujung tombak berkarat menancap tanpa kesudahan
Entah kepada siapa sepantasnya mengajukan pertanyaan
Apakah nanti dalam gurun ini terdapat sebatang pohon?
Untuk sejenak singgah merebahkan resah
Merasakan kesejukan dedaunan yang sedang membuat makanan
Memetik buah ciptaan tuhan sambil untuk disimpan
Sebagai bekal menghadapi khayalan akan keadilan
Prarifase
07-Juli-2018

Post a Comment for "Sajak: Khayal"