Sajak: Sebuah Kuntum


sekuntum duri

SEBUAH KUNTUM

Gejolak lidah mencari makan

Menderap langkah tanpa lentera

Senja di penghujung senantiasa jadi gurau cacian

 

Latar nestapa bercerita tentang memetik cerita

Tetes darah menjadi saksi kesia-siaan

Durjana pernah kah berfikir tentang sebuah kuntum?

Kebahagiaan karena tidak pernah mengenal


Prarifase

Post a Comment for "Sajak: Sebuah Kuntum"