TERKOYAK-KOYAK
tetes hujan arogan
mengeroyok tanah tumpah darah
berebut satu kata ”merdeka”
gajah mada moksa
penyatu nusantara
sumpah kebanggaan hamukti palapa jadi cerita
dari corong-corong kekuasaan
apalah arti berkuasa
noda hitam selalu tertambal
darah berona kemerahan telah bosan
berganti linangan merah yang berantusias
meratapi kebanggaan
dengan penantian lara
janji-janji tergantung ditiang bendera
kenyang tergantung ditiang gantung
seolah-olah gajah mada hidup lagi
menendang bebatuan magma
sesal penuh kecewa
menambah beban anak cucu
tak karuan jadinya
singgasana leluasa tanpa kerut dahi
anak cucu bersatu unjuk rasa
menuntut gajah mada yang kurang bijaksana
bhineka tunggal ika
selalu tercerai berai dalam soal yang sama
pantang mundur sebelum bertahta
mengaku tak punya satu rasa
tetapi senantiasa bergelimang harta
dengan menjual nama bangsa yang disatukan gajah mada.
Prarifase

Post a Comment for "SAJAK: TERKOYAK-KOYAK"