SAJAK: TERKOYAK-KOYAK

 

GAJAH MADA

TERKOYAK-KOYAK

tetes hujan arogan

mengeroyok tanah tumpah darah

berebut satu kata ”merdeka”

gajah mada moksa

penyatu nusantara                                                      

sumpah kebanggaan hamukti palapa jadi cerita

 alunan sholawat sore meliyuk-liyuk

dari corong-corong kekuasaan

apalah arti berkuasa

noda hitam selalu tertambal

darah berona kemerahan telah bosan

berganti linangan merah yang berantusias

 nasi susah dicerna

meratapi kebanggaan

dengan penantian lara

janji-janji tergantung ditiang bendera

kenyang tergantung ditiang gantung

 gunung krakatau meletup-letup

seolah-olah gajah mada hidup lagi

menendang bebatuan magma

sesal penuh kecewa

 terlalu luas nusa yang disatukan

menambah beban anak cucu

tak karuan jadinya

singgasana leluasa tanpa kerut dahi

anak cucu bersatu unjuk rasa

menuntut gajah mada yang kurang bijaksana

bhineka tunggal ika

selalu tercerai berai dalam soal yang sama

pantang mundur sebelum bertahta

mengaku tak punya satu rasa

tetapi senantiasa bergelimang harta

dengan menjual nama bangsa yang disatukan gajah mada.


Prarifase

Post a Comment for "SAJAK: TERKOYAK-KOYAK"