Sajak: Takdir

takdir

Takdir

Awan saling bertumpuk ringan

Burung-burung bersahutan saling tegur sapa

Sejumput sinar hinggap didaun jendela

Orang-orang lalu lalang layaknya debu berhamburan 

Tertiup hasrat untuk bertahan hidup

Di jalanan aspal hitam panjang

Dengan riang sebagian mengukir takdir

Sebagian lagi, takdir mereka pahat dengan cara yang dimiliki

Takdir telah menanti tanpa harus ada ukiran dan pahatan

Bentuk telah tersedia

Tetapi haruslah tetap berusaha 

awan yang memayungi bumi mempunyai hak untuk menasihati takdir-takdir buatan

Agar mereka sadar dan tidak sempoyongan dengan keinginan

Umbulsari, 05-09-2021

Post a Comment for "Sajak: Takdir"