Ia
Ketika tesenyum
Pipinya berlesung
Matanya bersinar
Silau seluruh mata yang melihat
Cahaya-cahaya petromak akan padam
Kunang-kunang akan minder
Manusia akan kehilangan kesadaran nya
Ketika purnama tiba
Pantulan sinarnya
Akan malu mendekat
Ada purnama yang lebih purnama
Ia adalah bintang gemintang ditengah terang benderang
Cahayanya paling kuat
Balutan antara tulang dan kulit tersusun begitu rapi
Sulit dipercaya ia ada untuk kedua kali
Ia lambang keindahan
Seluruh jenis bunga
Berguru kepada keindahannya
Ia menjadi inspirasi para seniman untuk melukis gunung
Ia pusat keindahan tata surya
Sekarang ia ada dimana
Umbulsari, 05-09-2021

Post a Comment for "Sajak: Ia"