Sajak: Siang Hari

Angin mendesis

Menelan ludah siang hari

Bayang-bayang berjalan

Layaknya bentuk itu sendiri

Nampak pendek 

Dimakan siang hari

Bahasa bercengkerama mengikat makna

Menuding-nuding keinginan

Dalam angan-angan nyata

Menumpuk ingatan 

Lalu memilahnya

Lalu saja begitu

Orang-orang bicara hingga esok hari

Juga tetap begitu

Mojokerto, 22-10-2021

Post a Comment for "Sajak: Siang Hari"