Di suatu hari yang terik
Aku berjalan ke arah pantai
Ombaknya sebagaimana sebelumnya
Tidak berubah, dan tidak akan pernah
Bau garam menyeruak seluruh rongga hidung
Menetap pada luka-luka
Yang diakibatkan oleh berdesak-desakannya harapan dan kenyataan
Perih terasa, terus begitu
Mengalir perih itu hingga terbiasa
Dan lupa
Sepi membungkus luka tersebut
Sampai begitu rapinya
Hingga akhirnya kembali lupa
Sendiri adalah obat mujarab
Sambil merasa aroma ikan asin
Pada akhirnya luka itu akan membusuk, mengering dan hilang
Seperti bangkai ikan
Hidup adalah kesendirian yang dibersamai keberanian
Perih adalah kesendirian yang dibersamai harapan pada orang lain Januari, 2024

Post a Comment for "Perih"