Perhatikan Empat Hal Ini Untuk Meningkatkan Mutu Individu

 


Seorang pemimpin spiritual Amerika Serikat John Maxwell mengatakan cara terbaik untuk mengubah orang lain adalah dengan mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Orang yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungannya adalah sosok yang memiliki nilai lebih, ia telah melampaui dirinya dan sekitarnya.

Dalam upaya untuk mengubah diri sendiri, jelas bukan perkara mudah. Sangat sulit, bahkan lebih mudah berambisi untuk mengubah diluar dirinya secara serampangan daripada mengubah diri sendiri secara terstruktur.

Orang yang mampu mengubah dirinya sendiri artinya ia berhasil menghidupkan cahaya redup dalam dirinya. Setiap orang selalu mempunyai cahayanya masing-masing, dimana dengan sinarnya ia akan tampil sebagai seseorang yang unik dengan dirinya sendiri. Mereka yang berhasil menghidupkan cahaya diri berarti memiliki kesempatan untuk menciptakan ruang bersinar di sekitarnya atau dalam kata lain, ia bisa diandalkan dan memberikan manfaat kepada sesamanya.

Menurut hemat penulis, dalam upaya untuk mengubah diri sendiri sebagaimana disebut oleh Maxwell, ada pola universal yang mesti diupayakan oleh individu-individu, sehingga ia bersinar dengan kemilaunya sendiri. Pola ini bukan bersifat parsial, yang hanya cocok untuk seseorang dan tidak bisa digunakan oleh orang lain. Tidak demikian, mengingat bahwa setiap manusia yang hidup di bumi mempunyai kadar subtansi yang sama, diciptakan dengan komposisi yang sama dan potensi yang sama hanya saja menggunakan peluang secara berbeda.

Berikut pola-pola yang mesti diperhatikan oleh individu dalam proses mengubah diri sendiri dan mengupgradenya.

Pertama, pengetahuan. Aspek paling fundamental dari seorang manusia adalah kemampuannya untuk berpikir, memahami dan menganalisa. Dalam kapasitasnya tersebut, maka seseorang perlu mempertimbangkan dan mengkalkulasi asupan ide yang dikonsumsi oleh otak. Dari perjalanan hidup hari per-hari selayaknya mesti ada pengetahuan baru yang diperoleh. Jangan sampai antara hari sekarang dengan kemarin sama saja, tidak ada rangsangan pengetahuan baru. Hanya mutu pengetahuan seseorang yang dapat memberikan distingsi Antra kekanak-kanakan dan kedewasaan, bukannya usia atau keturunan apalagi jabatan.

Kedua, kesehatan. Dalam menjalani kehidupan seseorang sangat dibatasi oleh kemampuan fisiknya. Bentuk dan ukuran tubuh yang dianugerahkan Tuhan tidak bisa diprotes, apabila ada kurang dan lebihnya. Apa yang telah  terberi sudah mutlak jadinya, akan tetapi untuk menambah stamina dan merawatnya menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas tubuh. Semakin sehat kondisi tubuh maka semakin luas jangkauan akses yang bisa dilakukan, sehingga banyak proses-proses bisa terlaksana. Fahami sendiri ukuran tubuh kita, apa saja yang mesti dimakan dan mesti dijauhi. Berapa kali kekuatan untuk berolahraga sebagai jalan menambah kekuatan, itu tergantung dasar fisik yang dimiliki.

Ketiga, membangun jaringan. Sebuah jaringan tidak sekedar identik dimiliki oleh para politisi dan aktivis saja. Kesadaran akan pentingnya jaringan harus dimiliki oleh setiap individu, tanpa melihat latar belakang. Seolah-olah, petani yang hidup di desa dengan rutinitas, pagi ketika embun masih hinggap di daun ia pergi ke sawah kemudian setelah corong masjid berbunyi baru pulang, istirahat, sholat dan makan kemudian kembali ke sawah, sore pulang dan malam tidur karena sudah terlalu capek, dianggap tidak butuh jaringan dan hanya menuruti intervensi pasar. Itu adalah salah besar. Seorang petani yang menghasilkan sebuah komoditas untuk dijual dan terikat dengan pupuk, maka sebisa mungkin ia membuka jaringan di luar untuk memudahkan segala akses yang dibutuhkan agar mempunyai nilai jual lebih. Bagaimana perkembangan tanaman yang sejenisnya dari harga jual, kebutuhan pasar dan alternatif lain yang menjadi jalan terobosan.

Jaringan dalam konteks ini, mempunyai urgensi sebagai arus yang akan menghindarkan seseorang bersikap stagnan, begitu-begitu saja, terjebak dengan rutinitas dan tertipu dengan mereka yang lebih luas akses jaringannya. Oleh karena itu, entah apapun profesi dan latar belakangnya tidak sekedar berkompetisi untuk meningkatkan kualitas produk yang dimiliki tetapi juga berpacu untuk melebarkan relasi.

Keempat, manejemen. Tata kelola yang baik akan menghasilkan hasil sebagaimana yang diinginkan. Skill manejemen sangat dibutuhkan sekali, berdasarkan cakupan kemampuan yang dimiliki sebagaimana digunakan untuk menangani sebuah masalah, setidaknya seseorang mempunyai watak kedisiplinan. Ada dua jenis yang harus diperhatikan, disiplin waktu dan disiplin administrasi. Lebih daripada itu bagaimana seseorang menangani pokok permasalahan yang dihadapi, sudah tergantung kelincahan strategi.  

Empat hal tersebut seyogyanya seseorang menekuni dan merawatnya sebagai basic skill, yang mana nantinya akan memberikan pengaruh kuat pada mutu aktivitas yang sedang didalami dan ditekuni.

Post a Comment for "Perhatikan Empat Hal Ini Untuk Meningkatkan Mutu Individu"