Bincang-Bincang- Secara tersembunyi, menurut tangan kanan raja bajak raut,
Raileygh, Gold D Roger tidak pernah tertangkap oleh angkatan laut. Justru ia
menyerahkan diri, fakta jungkir balik dari apa yang diberitakan oleh media. Alasan
utama untuk menyerah dan rela mati adalah karena Roger mengidap sebuah
penyakit. Hal tersebut sangat mencengangkan di telinga kru Topi Jerami, saat
mendengarnya.
Kematian Roger bukan akhir dari dunia bajak laut, justru
memulai era baru. Kata-kata terakhirnya tentang One Piece, menyulut banyak
orang untuk memburunya. Oleh karena itu, akhir dari bajak laut legendaris
seperti Roger, malah menjadi awal dari bajak laut sesudahnya, yang terpengaruh
oleh kharismanya.
Tindakan Roger yang menyerah itu, dimana ia mengakui
kelemahannya, merupakan keunggulannya. Kelebihan seseorang tidak hanya
bergantung pada apa yang dimiliki sehingga ia mampu mencapai sebuah predikat
kemenangan. Tetapi membatasi diri pada sesuatu yang tidak dikuasai sehingga
memungkinkan bagi dirinya untuk tidak menelan pil pahit dari kekalahan, juga
merupakan bentuk lain dari wujud kemenangan itu sendiri. Roger melakukan hal
itu.
Pasca eksekusi Roger, tidak satupun dari Bajak Laut yang
tidak terinspirasi dan menaruh hormat setinggi-tingginya kepadanya. Hanya saja
dengan caranya yang berbeda-beda.
Andaikan Roger memaksakan dirinya untuk melampaui kemampuan
yang dimiliki kemudian ia tersungkur dengan sebuah peristiwa yang memalukan,
semisal kalah berkelahi dan sebuah adegan dengan salah seorang marinir dan
disaksikan oleh kru dan bajak laut yang lain. Kemudian reka adegan perkelahian
itu secara seksama dan teliti dapat terceritakan, Hinga berakhir kalah, maka
bisa saja respect bajak laut era sesudahnya tidak begitu menggebu-gebu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh bajak laut Foxy. Seekor
rubah licik, yang mengajak kru Topi Jerami untuk bertaruh dalam sebuah
permainan yang ia atur dan kendalikan secara curang dengan segala cara agar
dirinya yang menang.
Beberapa kali, Luffy dan kawan-kawannya bisa menang. Dengan
pertaruhan yang tidak menyenangkan, yaitu anggota dari kru itu sendiri yang
dipertaruhkan. Sampai pada akhirnya, Foxy unggul, ia menginginkan agar permainan dihentikan. Sebab ia tahu
batasan diri, apabila permainan tetap dilanjutkan maka bisa jadi ia tidak mampu
menang lagi.
Apa yang dilakukan memang bukan tindakan yang terhormat,
tetapi tahu batasan diri sehingga tidak melangkah ke arah yang menjadikannya
kalah taruhan adalah upaya untuk melanggengkan kehormatan itu sendiri dengan
tetap menjadikan dirinya sebagai pemenang tetap.
Sebagaimana doktrin dari Stoik. Bahwa realitas itu ada dua,
pertama realitas yang bisa dikendalikan dan realitas yang tidak bisa
dikendalikan. Untuk realitas yang tidak bisa dikendalikan maka sudah jelas
tidak perlu diusahakan atau dihiraukan saja. Memasuki realitas demikian, maka
akan menjadikan diri sendiri jatuh dan kalah. Melakukan sesuatu di luar
kemampuan diri sendiri akan membuat seseorang terperosok ke dalam jurang yang
tidak terjangkau.
Itu lah yang dilakukan oleh bajak laut Foxy, sampai kemudian
ia mendapatkan tawaran menggiurkan
melebihi aturan yang ia tetapkan sendiri. Jadi Nami yang merasa kalah
dengan diambilnya Choper dan Robin sebagai bahan taruhan, menawarkan agar Foxy
mau kembali bermain dengan anggota kru yang lebih banyak. Foxy menyetujuinya,
karena menurutnya jika menang maka akan memperoleh lebih dari yang pantas ia
raih seperti biasa. Disinilah ia lupa akan batasan diri, terlalu percaya diri
kalau akan memenangkan kembali permainan.
Padahal saat permainan berlangsung, maka kesempatan untuk
menang atau kalah terhampar secara sama. Kekalahan yang menimpa secara tragis
dari kru Topi Jerami, ternyata membuat mereka lebih berhati-hati akan
kecurangan yang dilakukan oleh bajak laut Foxy, upaya untuk mengendalikan
keadaan yang tidak terkendali lebih diperketat sehingga kiranya seolah-olah
seluruhnya harus terkendali sesuai harapan.
Pada akhirnya, kru Topi Jerami lah yang memenangkan
pertaruhan. Foxy kalah telak, ia hancur karena tergiur kemenangan semu dan lupa
terhadap batasan dirinya.
Penting sekali disini tentang batasan diri. Mengetahui
batasan diri dan mencegah perbuatan dikua kendali yang dapat menjerumuskan
kepada jurang kekalahan adalah
kiat-kiat yang dilakukan oleh para pemenang, meskipun dilakukan dengan
cara tidak melakukan apapun karena pertimbangan batasan itu sendiri.
Demikian pula kiranya kekalahan yang diterima oleh Napoleon
Bonaparte dan menjadikan akhir dari legenda perangnya

Post a Comment for "Bajak Laut Foxy dan Memahami Batasan Diri"