Lewat kata “Iya” yang aku titipkan kepada seorang kurir
Aku harap adalah tangkai hidup
Yang terus menghasilkan ranting-ranting kecil
Serta tumbuh daun-daun baru
Yang bergoyang saat diterpa angin
Dan Basah saat embun bertengger
Kurir yang telah berangkat
Lama pula tak memberi kabar
Awan-awan dirajang angin
Dipoles oleh kuas dengan cat kegelapan
Tak ada satupun kabar kembali
Baru sekian lama aku terbangun secara utuh
sadar, bahwa tak ada kabar adalah kabar itu sendiri
“Iya” berarti aku mengharapkanmu
Sedangkan kau berbahasa kesunyian
Aku mengerti saat kau sengaja diam
April, 2026

Post a Comment for "Lewat kata “iya”"