Sajak: Jalanku

Biarlah aku bertahkim

Jalanku

Berkat petuahmu akhirnya aku buat garis start

Tidak ada gunanya menanti mawar yang telah layu

Begitu pula menggenggam tangkai berduri yang telah kering

Luka dan semerbak tak kan pernah terjadi

Aku hendak bertahkim

 

Tetapi telunjukmu akan lebih bijak

Jika bersikap abai saja

Mengingatkan ku tentang finish

Sepertinya telunjuk itu sangat lihai diatas papan catur

Sedangkan catur sangat akrab dengan politik

Bahkan bau jaketmu juga ikut mendukung mu bermain catur

Biarlah aku bertahkim

 

Prarifase

Jember, 20-01-18

Post a Comment for "Sajak: Jalanku"