CAHAYA-CAHAYA
Dalam terang bulan
perpaduan berbagai cahaya malam
dari sepanjang pinggir jalan
sorot terang kendaraan
saling berpacu seolah berbicara "aku lah yang paling terang"
tampak dari arah timur
tergambar dengan jelas pada biji mata ku
setitik terang bukan lagi semburat
pancaran nya seolah membuat seluruh cahaya malam tak lagi berguna
tetapi hanya biji mata ini saja lah yang sadar
bahwa ada sebuah terang yang paling terang
akan segera datang
menepis seluruh gelap bahkan terang
mengarahkan pada ingatan untuk di abadikan
dan itu lah dirimu kala itu yang datang
sedangkan aku hanya terpaku
merasakan seluruh bola mata ku bersinar
sebagaimana rembula yang menerima sinar mentari
Prarifase
Tegalwangi, 18-06-2021

Post a Comment for "SAJAK: CAHAYA-CAHAYA"