Awan yang berarak tak kan pernah mengerti
Mata tajam elang menerkam sang mangsa tak kan pernah
menerawang
Embun pagi diseluruh abad masih terlalu dini
Untuk diajak diskusi
Desas-desus belaian kata dunia masih juga senantiasa
bermimpi
Malam bertamu pada siang menjadi sebuah esok
Jarum berdetik mengawal keduanya
Menjadi aku yang resah dibuai harapan
Harapan pun beranjak dewasa dididik oleh mentari kehidupan
Tanpa adanya pertemuan dengan senja bestari
Akhirnya ia merengsek untuk beraku-aku dan merajalela

Post a Comment for "SAJAK: AKU ADALAH?"