Subuh
Gelap mulai raib
Cahaya menggelinding dengan perlahan
Dari timur tampil terangnya
Anak manusia mulai mengatur bekal
Pikiran, harapan, niat dan tenaga
Ia taruh dalam satu ransel
Ia adalah proses
Bukan hasil
Ia adalah lemparan dadu
Tanpa mampu menentukan
Ia pulang kala petang
Dengan membawa satu bungkus takdir
Membagi-bagikannya
Sedih senang sama-sama dicicipi
Prarifase
Tegalwangi, 01-07-2021

Post a Comment for "Sajak: Subuh"