BERTANYA
Apakah senja masih keriput?
Ataukah pagi yang selalu terbelenggu?
Padahal mentari disebut dalam keduanya
Masih dan akan terus menanti tutur sapa hangat mu
Sudah memberikan kebisingan tersendiri
Tatkala terbit bahkan hingga meninggi sekedar satu tombak
Juga pula tatkala terbenam hingga sirna
Jika memang begitu
Sanggupkah kemuraman para pemuram
Sanggupkah kedurjanaan para durjana
Dibendung tanpa paras itu?
Tetaplah menunggu pertanyaan yang hanya tinggal
bayang-bayang
Prarifase

Post a Comment for "Sajak: Bertanya"