Sajak: Bertanya

 

Sajak

BERTANYA

Apakah senja masih keriput?

Ataukah pagi yang selalu terbelenggu?

Padahal mentari disebut dalam keduanya

Masih dan akan terus menanti tutur sapa hangat mu

Sudah memberikan kebisingan tersendiri

Tatkala terbit bahkan hingga meninggi sekedar satu tombak

Juga pula tatkala terbenam hingga sirna

Jika memang begitu

Sanggupkah kemuraman para pemuram

Sanggupkah kedurjanaan para durjana

Dibendung tanpa paras itu?

Tetaplah menunggu pertanyaan yang hanya tinggal bayang-bayang


Prarifase

Post a Comment for "Sajak: Bertanya"