Efek Karbondioksida Dalam Tubuh
Setelah virus
corona menyerang Indonesia dan menjadi treding topic pemberitaan nasional, maka
tidak satupun dari warga negara Indonesia yang lantas tidak mengenalnya. Sebagai
upaya untuk hidup sehat dan agar tidak tertular maka mereka berbondong-bondong
untuk melakukan beberapa tindakan pencegahan yang dimuat dalam protokol
kesehatan, salah satunya adalah dengan meningkatkan imunitas tubuh, menjaga
jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker.
Untuk
yang terakhir, masker sebagai barang yang diproduksi, pada awal-awal dikenalnya
virus tersebut, jumlahnya hanya sangat minimalis, berbeda dengan sekarang yang
variasinya pun bermacam-macam. Bahkan sudah menjadi komoditas pasar yang banyak
dijual dipinggiran jalan, tidak hanya di apotik.
Penggunaan
masker tidaklah menjadi anjuran lagi melainkan telah menjadi aturan yang
mengikat, polisi ketika bertugas dijalan tidak lagi akan bertanya mengenai SIM,
STNK, penggunaan Helm, tetapi ditambah lagi dengan pemakaian masker. Seseorang bisa
dianggap melanggar apabila tidak menggunakan masker. Oleh karena itu hingga
hari ini penggunaan masker dapat kita jumpai ditempat-tempat umum sangat
membludak. Masker yang dijual dengan harga sangat terjangkau, menjadikan
aktivitas penggunaannya pun tidak terkendala, hanya saja masih dapat ditemukan
beberapa orang yang tidak menggunakan masker ketika berada ditempat umum secara
khusus.
Masker
yang digunakan untuk melindungi tubuh dari penyebaran virus corona, nyatanya
juga mempunyai efek terhadap proses pernapasan. Hal ini dikarenakan ketika
seseorang bernapas dimana ia membutuhkan oksigen (O2) untuk dihirup lantas
mengeluarkan karbondioksida (CO2). Ketika menggunakan masker maka karbondioksida
yang dihembuskan akan tertahan, kemudian dalam proses pernapasan akan terhirup
kembali.
Semestinya
yang dihirup adalah oksigen. Sedangkan karbondioksida adalah dibutuhkan oleh tumbuhan
dalam proses fotosintesis merubahnya menjadi amilum dan oksigen. Sebagai kebalikan
dari manusia dan hewan yang mengkonsumsi oksigen untuk menghasilkan
karbondioksida (CO2) dan H2.
Sebagaimana
yang telah dipaparkan bahwa apabila seseorang menggunakan masker maka
karbondioksida tidak akan keluar justru terhirup kembali. Selanjutnya yang
menjadi pertanyaan, bagaimana akibat yang akan terjadi dimana bentuk dari
karbondioksida yang sebenarnya adalah zat limbah hasil dari metabolisme tubuh
yang dikeluarkan dari sel dan jaringan?
Mengetahui
akan hal itu kita tidak perlu tergesa-gesa untuk menyatakan bahwa akan terjadi
sesuatu penyakit. Belum tentu juga, karena kesehatan dalam definisi sederhana
adalah suatu kondisi keseimbangan. Tidak kurang ataupun lebih zat yang
dibutuhkan didalam tubuh. Definisi sederhananya seperti itu.
Berkaitan
dengan karbondioksida yang terhirup bukan justru oksigen. Maka akan menjadi
peluang berlebihnya zat tersebut. Untuk itu dapat dimugkinkan apabila seseorang
mengalami kelebihan, dapat terjadi suatu penyakit. Dalam penelitian ilmiah,
terdapat beberapa macam penyakit yang diderita diantaranya adalah mual, muntah,
pusing, sakit kepala, dentak jantung meningkat. Memang sepertinya penyakit
tersebut dianggap remeh tetapi ternyata dalam kondisi yang cukup parah kekurangan
karbondioksida dapat mengakibatkan kejang, koma hingga kematian.
Sekalipun demikian
seseorang yang kekurangan karbondioksida juga tidak baik, dikarenakan zat
tersebut merupakan sesuatu yang juga dibutuhkan oleh tubuh dengan kapasitas
yang sesuai. Apabila terjadi kekurangan karbondioksida seseorang dapat
mengalami sesak napas, pusing, dada berdebar, kelelahan, mual, muntah, kulit
pucat, kejang, koma, penyakit ginjal dan keracunan obat aspirin.
Untuk itu
mengupayakan kesehatan berarti mengupayakan keseimbangan beberapa kandungan zat
yang ada dalam tubuh, termasuk karbondioksida. Meskipun ia adalah zat limbah
yang mana secara materi merupakan sesuatu yang harus dibuang tetapi ternyata
tubuh pun membutuhkannya dalam mengatur
tingkat keasaman (pH) darah dan mendukung proses pernapasan.
Kira-kira yang
menjadi pertanyaan dalam benak kita dimusim pandemi seperti ini adalah ketika kita
menggunakan masker maka yang terjadi adalah konsumsi karbondioksida menjadi
berlebihan dikarenakan setelah dikeluarkan terhirup kembali, maka sebaiknya
agar ukuran jumlah karbondioksida mencukupi dalam tubuh, maka berapa jam
idealnya dalam menggunakan masker?
Arif Prastyo Huzaeri
Tegalwangi, 15-07-2021

Post a Comment for "Efek Karbondioksida Dalam Tubuh"