Pesan
Hujan sore itu
Menjadikan air banyak tergenang
Berceceran di jalan beraspal
Mengalir ke tempat terendah
Dari kejauhan aku melihat kertas putih
“Akhirnya datang juga” pikirku
Tidak lewat pos
Tidak pula biro pengiriman yang lain
Ternyata lewat air hujan
Yang mendatangkan sebuah perahu kertas
Pesan yang selama ini ditunggu
“Oh, tidak itu hanya kertas tulis biasa”
Bukan perahu kertas yang mengirimkan pesan
Hujan reda
Pikiranku masih terasa mendung hitam
Menggantung tidak karuan
Karena pesan yang tidak kunjung datang
Aku menarik napas panjang
Mengeuarkan sama panjang
Terdengar guntur dibaik awan hitam pikiran
Berbunyi “rindu”
Prarifase
Tegalwangi, 11-07-2021

Post a Comment for "Sajak: Pesan"