Sumber Foto: FB Ahmad Winarno
Warung Bu Pelor: Warung Makan Legend Bagi Mahasiswa IAIN Jember
Bagi mahasiswa IAIN Jember yang kini sudah
bertransformasi menjadi UIN KHAS Jember, Bu Pelor bukan sekedar warung makan
biasa yang merampungkan problem perut keroncongan, lebih dari itu Bu Pelor
adalah entitas yang melegenda bagi mahasiswa IAIN Jember.
Ketenaran Bu Pelor sudah sejak dulu dipupuk
oleh para mahasiswa IAIN Jember, entah siapa yang memulai, Bu Pelor hingga kini
tetap eksis menjadi primadona dunia kuliner mahasiswa. Sebagai orang yang
pernah belajar di IAIN Jember, ketenaran Bu Pelor bukan tanpa alasan, ada
beberapa kekhasan yang disediakan warung makan yang berada di sebelah barat
kampus ini.
Warung makan ini menyediakan fasilitas yang
tidak kalah dengan restoran kenamaan, kita sebagai pembeli dapat menikmati
fasilitas nonton sinetron yang paling digandrungi se jagad raya, kalao sekarang
apalagi kalao bukan ‘Ikatan Cinta’ yang masih memegang pemegang rating tertinggi
sinetron tanah air, bukan hanya bisa menyaksikan Mas Al dan Mba Andin dengan
penuh penghayatan, Anda juga akan mendapatkan sajian analisa mendalam dari sang
empunya warung, yakni Bu Pelor tercinta.
Sebagai pengamat persinetronan, Bu Pelor
yang biasanya tandem dengan anaknya akan mengulas secara mendalam adegan demi adegan
dan alur cerita yang disajikan episode
tersebut, tidak jauh berbeda dengan para ibu-ibu pengamat sinetron yang akan
memberi tahu kepada pemain yang didholimi bahwa dia akan disakiti begitupula
dengan Bu Pelor akan dengan lantang memberikan peringatan agar tidak terjebak oleh
perlakuan tokoh antagonis. Dijamin akan semakin menambah lezat cita rasa
masakan Bu Pelor, maknyus kuadrat pokoknya.
Meski menu masakan yang disajikan itu-itu
saja dari dulu yakni nasi jagung yang disiram sambal pecel dan sayur lodeh jika
menghendaki dan lauk andalannya adalah gorengan tempe maupun tahu dijamin
nagih. Warung ini sama sekali tidak merubah menu, bentuk dan suasana yang
memorable, ya paling yang berubah hanya harganya saja, yang dulu berkisar 3000
rupiah kini 5000 rupiah sudah lengkap dengan gorengan dijamin perut Anda yang
awalnya meronta-ronta akan adem ayem lan
trentem agawe santoso dihantam masakan Bu Pelor yang maremi tur ngewareki.
Warung yang berdiri sejak 2004 ini, selain menghadirkan menu spesial nasi jagung pecelan juga menyediakan menu ‘marah marah’. Yups, menu yang satu ini tidak terbatas alias unlimited bahkan ketika Anda tidak memesannya akan mendapatkan secara cuma-cuma, Lha wong cuma ‘agigir’ (marah) masak ya mau ditarif kan kebangeten, ungkapan agigir yang membekas dibenak para mahasiswa IAIN Jember salah satunya ialah ‘maraaah dulih, bik apah riah!!!’ (ayo cepaaat, dengan apa ini!!!) ungkapan ini juga saya dapatkan setiap memasuki warung makan legendaris ini, bagi yang paham bahasa Madura akan cas cis cus jawab dengan ini dan itu, lha saya yang orang Jawa yang nggak paham betul bahasa Madura ya pasti akan double kill kenak marah lagi karena tidak langsung menjawab pertanyaan si empunya warung, lantas jika tidak segera menjawab akan tripel kill dengan ungkapan “maraaah dulieeeen” (ayoo cepeetaan). opo rak mumut ndasmu ape madang malah dikon dolen?.
Bagi anda yang
belum paham bahasa Madura saya sarankan jangan sampai deh coba makan di warung
ini, selain Anda akan kena semprot Anda akan dibuat mati berdiri karena tidak
paham apa yang diomongkan oleh sang empunya warung. Mending ngajak teman, pacar
atau pacarnya teman yang paham bahasa Madura agar menu marahnya tidak separah
yang saya alami suer deh !.
Pamor ketenaran Bu Pelor lebih tinggi
dikalangan mahasiswa aktivis, ya meskipun belum ada penelitian skripsi yang
membahas ini tapi sudah dapat dipastikan Bu Pelor lebih memorable bagi
mahasiswa yang berlabel aktivis, warung yang mulai buka selepas magrib sampai pukul
12 malam ini sebagai penyelamat bagi para aktivis yang kelaparan karena rapat,
diskusi atau ngopi ala-ala. Bu Pelor tetap setia menanti para customernya
hingga larut malam selama persediaaan masih ada, meski sudah terlelap di kursi
beliau akan tetap melayani dengan sepenuh hati.
Kini Bu Pelor kerap diasosiasikan dengan
warung yang menciptakan orang-orang hebat, karena jasanya pemenuhan gizi
mahasiswa IAIN Jember teratasi, ‘logika tanpa logistik akan jadi lo gila’
celetukan beberapa mahasiswa, maka tak heran jika kebutuhan logistik yang disediakan
oleh warung makan khususnya Bu Pelor patut kita apresiasi sebagai salah satu
elemen terjaminnya pendidikan bagi mahasiswa.
M Rizal Firdaus
Lamongan, 17-07-2021

Post a Comment for "Warung Bu Pelor: Warung Makan Legend Bagi Mahasiswa IAIN Jember"