Sajak: Akhirnya Hujan

 

hujan

Akhirnya Hujan

Percikan airnya

Seperti denting piano

Mengetuk gendang telinga

Berirama menawan

Sesuai dengan komponen imajinasi

Yang terharapkan didalam dada

Ketika petani mengupayakan dari bawah tanah

Anugrah akhirnya turun dari atas langit

Mereka tidak lagi menunduk mencari air

Mereka sedang mendongak mengucap hamdalah

Sekalipun merah-putih basah kuyup

Kurang bergairah untuk berkibar

Tetapi hati pecintanya merasa merdeka

Akibat hujan beberapa menit saja

Akhirnya hujan

Tegalwangi, 07-09-2021

 

Post a Comment for "Sajak: Akhirnya Hujan"