Sensasi Minum Es Borjo di Pinggir Jalan

 


Sensasi Minum Es Borjo di Pinggir Jalan

Tidak perlu mewah dan penuh sensasi untuk mengambil kenikmatan dalam kehidupan sehari-hari. Cukup hal yang biasa-biasa saja tetapi memberi makna terhadap diri dari beberapa sudut. Seperti halnya minun es dipinggir jalan, dengan model tempat yang sangat sederhana, tidak ada tembok, pandangan tembus kemanapun sejauh mata memandang, semilir angin seliweran datang dan pergi tak bisa terkendali, lalu lalang sepedah motor menambah menariknya suasana, menghilangkan kebosanan dengan memandangi hal-hal yang terus bergerak dan berlalu.

Kalau anda bersepedah melalui arah Umbulsari menuju Balung pasti anda harus lewat dam Sepedo, kalau anda dari Balung dan menuju Umbulsari melewati yayasan pendidikan Baitul Arqom nanti juga akan tembus ke dam Sepedo. Nah, disanalah kita akan melihat sebuah gerobak kecil menyatu dengan sepedahnya berdampingan dengan kebun tebu dibelakangnya, es Barjo, sebagaimana nama yang diberikan penjual untuk mengenalkan produknya.

Bapak penjual tidak sekedar menawarkan es buatannya, tetapi juga memanfaatkan alam untuk menambah cita rasa dari kesegaran kehidupan dipinggir jalan sambil lalu menyeruput es Barjo nya. Cukup lima ribu rupiah, seluruh puncak sensasi alam berkumpul dalam semangkuk es. Bukan berlebihan dalam penilaian, tetapi perlu disampaikan bahwa memang nyata kenikmatan es tidak sekedar semata-mata bentuk kuliner saja tetapi bergabung dengan suasana alam. Itulah yang menjadikan seseorang menemukan dan merasakan sesuatu yang luar biasa.

Orang yang sedang minum, akan merasakan sentuhan alam, bau jalanan, sentuhan angin, aroma tumbuhan, pemandangan yang membentang, pertemuan dua sungai, lalu lalang kendaraan, kebun tebu sejauh mata memandang dan bisa cari sendiri hal-hal menarik dan unik lainnya. Sensasi membeli es pinggir jalan sama berarti dengan cara untuk mengupayakan menikmati alam dalam bentuknya yang paling sejati dan asli.

Bandingkan kalau membeli es di sebuah restoran atau depot makan terkenal dengan dinding batu bata yang dilapisi oleh semen lalu di cat sedemikian rupa, ada daun, bunga, batang, disampingnya kadang disuguhkan kolam ikan, bunyi gemericiknya mengajak gendang telinga berdansa ria, kerlap-kerlip lampu laksana bintang gemintang dimalam yang kelam, alunan musik dari sound system dan sebagainya sesuai dengan tema yang dikehendaki oleh si pemilik. Tetapi semua itu kan palsu, menjiplak dari apa yang telah disuguhkan oleh alam secara natural. Terus mengadakan dalam bentuk tiruannya dengan mendayagunakan kecanggihan teknologi dan temuan-temuan terbaru. Kalau ada alam yang asli, kenapa harus dan masih mengkonsumsi yang palsu.

Es Barjo didekat Sepedo adalah salah satu saja dari sekian banyak pedagang dengan berbagai macam tipe es-nya yang dijual dipinggir jalan dengan mengambil fasilitas alam yang gratisan. Ada banyak semacam ini, silahkan susuri sendiri jalanan untuk menemukan sensasi alam yang begitu menyegarkan jiwa dan es-nya untuk menyegarkan tenggorokan yang sedang dikoyak-koyak oleh gersang dan kekeringan. Tinggal pilih landscapenya apa persawahan, sungai, pepohonan, gunung dan sebagainya.

Kalau dibilang sebagai fenomena sosial, kondisi dimana kuliner hari-hari ini berslogan dan memang melaksanakan back to village, bisa disebut semacam panggilan dari kesadaran akan kebosanan dari kemajuan teknologi yang kemudian menjauhkan kepada alam dan hanya menampilkan jiplakan-jiplakannya saja, tetapi yang terpanggil tidak semua orang, hanya sekedarnya saja yang jiwanya mengalami kecemasan dan sedang mencari makna lain dari kehidupan yang telah dikelilingi oleh segala atribut kemajuan zaman.

Dalam kesadaran kesejarahan tidak ada salahnya kita bergerak maju, tetapi jangan lupa untuk meninggalkan apa yang telah lalu. Karena apa yang terhampar didepan adalah sesuatu yang telah dipersiapkan dari belakang. Merasakan nikmat untuk kembali dekat dengan alam, menunjukkan bahwa kita telah lama meninggalkannya, dan rindu inilah yang sebenarnya menjadi daya picu munculnya kenikmatan itu sendiri.

Tegalwangi, 24-September-2021

APH  

Post a Comment for "Sensasi Minum Es Borjo di Pinggir Jalan"