“Pentol Ndok”, Cak Sas: Sudah Eksis sejak 2014 Era Jokowi Periode Pertama

 

pentol ndok

“Pentol Ndok”, Cak Sas: Sudah Eksis sejak 2014 Era Jokowi Periode Pertama

“Pentol Ndok”, nama kuliner yang tidak asing di telinga dan di lidah kita. Jenis makanan jalanan sederhana yang mewah pada rasa. Dengan kombinasi dua jenis makanan, sebagaimana yang telah tersebutkan pada namanya, yaitu antara pentol yang dipotong pipih, tidak terlalu tipis juga tidak bulat dan telur. Diaduk menjadi satu lanjut digoreng. Dilumuri dengan saos, kecap dan kacang. Menambahkan cita rasa dan menjadi licin dimulut, sehingga tidak perlu dikunyah terlalu lama sudah tertelan dengan sendirinya.

Kuliner yang tergolong camilan ini sangat digandrungi oleh anak-anak, tetapi jangan salah beberapa orang dari kalangan dewasa ternyata juga menggemarinya. Mulai dari cara mereka yang memang dengan sengaja beli untuk dirinya sendiri, membelikan untuk adik dan atau anak-anaknya, atau menjadikan anak kecil untuk dijadikan alasan membeli. Karena bisa dikatakan kalau orang dewasa membeli makanan anak-anak secara sendiri, ada rasa malu. Semua ragam fenomena dengan berbagai modusnya, pada intinya menyukai camilan tersebut.

Mereka yang sekarang telah berusia sekitar 25 tahun ke atas, bisa dikatakan masa kecilnya tidak kenal dengan namanya “pentol ndok”. Apalagi mereka generasi yang mana tontonan TV nya adalah drama kolosal Karmapala, Saur Sepuh, sinetronnya Saras 008, Tersanjung atau bahkan Misteri Ilahi dan Suratan Takdir, komedinya Warkop DKI, tidak akan pernah merasakan kenikmatan pentol ndok dimasa kanan-kanak. Melainkan baru mereka dewasa bisa menikmatinya. Karena kuliner tersebut baru dikenal secara masal sekitar sepuluh sampai lima belasan tahun yang lalu. Bersaing dengan kuliner senior sebelumnya seperti cilok atau pentol dan cimol.


Salah satu penjual Pentol Ndok di sekitar Umbulsari adalah Cak Sas. Ia mangkal disebelah selatan Indomaret. Sejak sore sekitar kurang lebih jam 4 hingga malam. Ia menekuni profesi sebagai pedagang Pentol Ndok, mulai dari tahun 2014 hingga sekarang, yaitu mulai era Jokowi jadi Presiden periode pertama hingga periode kedua, ia tetap exis. Jarang kelihatan ia duduk menunggu pelanggan. Itu artinya ia lebih sering menerima pelanggan yang hendak membeli.

Sejak era covid 19 menyerang dan sekolah libur begitu panjang, maka kuliner ini yang sebenarnya sangat disukai oleh anak-anak tidak lagi mangkal disekolah. Sehingga mengurangi jam jualan Cak Sas sendiri. Sekalipun begitu, sebagaimana penuturannya, walaupun ada covid 19 garis rezeki yang ditakdirkan kepadanya tetap berjalan lancar. Meskipun prediksi pemerintah, akibat adanya gelombang pandemi yang menyerang tanpa diketahui kapan berakhirnya mengakibatkan ekonomi bobrok. Ternyata tidak berimbas kepadanya.

Menariknya kalau beli Pentol Ndok pada cak Sas, pasti akan diguyur dengan beberapa guyonan dan cerita-cerita yang menarik. Sekali diberi pertanyaan, langsung ia jawab dengan begitu panjang dan lengkap bahkan beberapa jawaban disertai dengan referensi dari Youtube atas apa-apa yang ia pelajari. Keramahannya sebagai pedagang juga menjadikan daya magnet pelanggan untuk kembali dan tidak merasa asing. Karena selalu disapa dengan bahasa yang renyah.

Pentol Ndok cak Sas telah memberi warna baru didalam belantika kuliner Umbulsari. Selain itu, juga telah berjasa untuk menyediakan camilan bagi anak-anak dan orang dewasa. Bisa dibayangkan apabila tidak ada Pentol Ndok di Umbulsari, pasti warna kuliner Umbulsari tidak akan sejernih dan semegah yang kita rasakan hari ini. 

Post a Comment for "“Pentol Ndok”, Cak Sas: Sudah Eksis sejak 2014 Era Jokowi Periode Pertama"