Bagaimana Dunia Tanpa Asmara?

 

Empedokles, seorang filosof dari pulau Silsilia yang hidup pada abad ke 5 SM, berpendapat bahwa bahan atau subtansi membentuk dunia terdiri dari empat item, api, udara, air dan tanah. Mirip sekali dengan serial kartun Avatar the legend of Aang yang biasa tayang di televisi. Tetapi keempat unsur itu bisa bersatu ketika terdapat cinta dan bisa tercerai berai ketika hadirnya benci. Lepas dari pendapatnya untuk melacak ke arah yang semakin dalam dan semakin ruwet, dicukupkan saja sampai disini untuk kemudian memberikan kesimpulan bahwa benar juga ya yang ia pikirkan.

Karena ketika tanah sedang membenci air, maka akan tercerai seperti tanah tandus atau ada subjek ketiga, semisal obat pembasmi rumput, yang mempunyai efek samping untuk menjadikan tanah terurai menjadi puing-puing, maka air pun tidak bisa melekatkan antara satu dengan yang lain. Begitu pula dengan api, ia layaknya organisme hidup yang membutuhkan udara. Oleh karena itu dalam kondisi tidak ada udara maka seketika api akan mati. Jangan berpikir bahwa sebenarnya selama ini air dan api sedang bermusuhan dan mengabadikan kebencian, dengan mengatakan api dapat dipadamkan oleh air dan air sendiri dapat sirna ketika terkena panas. Justru pom bensin membuktikan, kenapa menyediakan pasir sebagai persiapan ketika terjadi kebakaran bukan air. Sebab dalam unsur air terdapat udara, jika kemudian digunakan untuk memadamkan api, bukan malah padam, justru malah mengganas. Maka unsur lain yang tidak berudara adalah pasir,  digunakanlah pasir untuk memadamkan api.

Subtansi atau bahan dasar alam semesta sebenarnya sudah mengakrabkan dirinya antara satu dengan yang lainnya. Mereka menjalin hubungan mesra tanpa memperdulikan apapun. Apabila berpikir sebaliknya bahwa dunia lebih didominasi kebencian antara satu unsur dengan yang lainnya, maka bukankah akan lebih ruwet dari serial layangan putus. Toh, sebenarnya jika hendak mencari cerianya bisa diubah judulnya dengan semisal “menanti layangan putus”. Dalam arti melihat dari sudut pandang yang berbeda dan lebih menggembirakan. Dengan begitu akan terjalin cerita yang lain dan baru setelah layangan itu dinanti putus, dan bisa membuat judul baru, seperti “menyambung kembali dari layangan yang putus”. Jadi dunia tanpa asmara tidak berharga, masalahnya penghuni dunia ini lebih cenderung untuk menampilkan dirinya sendiri hingga kemudian asmara yang ia rawat berubah menjadi kebencian tanpa terasa.  

Dunia yang tanpa asmara memang benar-benar akan tercerai-berai dan putus. Anehnya apabila cerai-berainya dan putusnya layangan itu berdasarkan asmara yang berlebihan. Mirip sekali dengan orang sakit yang ingin sembuh, sedangkan obat adalah media untuk menyembuhkan, sehingga ia mengkonsumsi obat secara berlebihan agar cepat sembuh. Maka bukan sembuh justru akan semakin parah. Begitu pula apabila dosisnya kurang, maka tempo untuk sembuh pun akan terlambat.

Begitu dengan asmara yang sangat dibutuhkan sekali oleh dunia. ia jangan terlalu berlebihan karena akan berubah menjadi monster, perhatikan film layangan putus yang bentuknya berupa rasa cemburu, atau juga jangan terlalu sedikit. Melainkan harus pas dan sesuai kadarnya. Tetapi juga harus waspada dengan unsur ketiga, seperti yang dicontohkan dalam paragraf awal tentang hadirnya obat pembasmi rumput yang merusak tanah sehingga air tidak bisa menyatu dengannya. Tidak perlu dipikir dan dikategorikan siapa atau apa jika terdapat dalam film layangan putus.

Apabila dunia tidak bisa hadir tanpa adanya asmara, maka bukan berarti dunia tidak membutuhkan kebencian. Bahkan asmara tertinggi seseorang akan tampil ketika didampingi oleh kebencian. Sebagaimana untuk mengerti benang yang berwarna putih jika bersanding dengan benang berwarna hitam. Akan mengerti betapa dalamnya cinta Kinan kepada Aris ketika hadirnya orang ketiga bernama Lidya.

04-03-2022

Saputro  

2 comments for "Bagaimana Dunia Tanpa Asmara?"

  1. Kau regas segenap pucuk pengaharapan ku, kau patahkan ! Kau minta maaf ! Ujar Zainudin sembari menenangkan suaranya yang bergetar hebat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih.....pucuk pengharapan Zainudin akhirnya karam

      Delete