Cara Memperoleh Pengetahuan Menurut Rene Descartes

bincang-bincang.com


Rene Descartes telah memulai hal baru dalam sejarah yang disebut sebagai abad modern, ia sendiri mendapatkan julukan sebagai bapak modern. Dengan metode keraguannya yang radikal, akhirnya ia menemukan sebuah kesadaran diri, "aku yang berpikir" sebagai sesuatu yang tidak lagi bisa diragukan oleh apapun, berbeda dengan keberadaan tubuhnya dan benda-benda sekitar, tidak ada jejak-jejak kepastian untuk tidak diragukan, sehingga dapat dimungkinkan bisa terkecoh oleh, dengan menggunakan istilahnya, para iblis yang jenius. Dengan begitu ia melandaskan dasar pengetahuannya dari rasio.

Ia cukup berhati-hati untuk memperoleh pengetahuan, pastinya agar menghasilkan pengetahuan yang memang benar layak tidak sedikitpun terjadi kesalahan. Ada beberapa prinsip yang ia gunakan sebagai pedoman untuk mengakses suatu pengetahuan, ia rumuskan didalam bukunya yang berjudul Discourse On The Methode. Pertama, tidak pernah menerima sesuatu sebagai benar, jika tidak memiliki pengetahuan yang sangat jelas akan kebenarannya. Ia membuang segala bentuk prasangka dan pengetahuan yang hanya sepotong-sepotong, dimana hal tersebut mempunyai nilai keraguan. Kedua, membagi kesulitan ke dalam banyak mungkin bagian. Kesulitan-kesulitan yang didapati, ia organisir dan atur sedemikian rupa agar antara satu jenis dengan yang lainnya tampak dan dapat dikenali, serta diperolehnya penyelesaian.

Ketiga, setiap proses mengetahui ia mulai dari sesuatu yang paling mudah terlebih dahulu baru kemudian beranjak ke yang lebih sulit. Dengan begitu ada tahapan dalam melalui suatu pengetahuan secara tertib serta latihan atas pikiran sedikit demi sedikit dan setahap demi setahap. Keempat, melakukan pencacahan sedemikian lengkap dan pemeriksaan secara komprehensif. Dengan begitu seluruh elemen dan bagian utuh dari sebuah pengetahuan tidak ada yang tersisa, seluruhnya bisa diketahui secara maksimal.

Dari keempat prinsip tersebut akan menjurus kepada dua metode yang bersifat teknis, intuisi dan deduksi. Descartes memaksudkan intuisi sebagai sebagai kepala konsepsi pikiran yang kebenarannya tidak dapat diragukan, semata-mata muncul dari terang rasio. Seperti segitiga yang terbentuk dari tiga garis. Sedangkan deduksi adalah penarikan kesimpulan dari beberapa proposisi yang diketahui secara pasti. Deduksi bekerja berdasarkan intuisi, yang menjadi titik tolak penarikan kesimpulan.

Descartes seperti halnya Plato, ia mengandalkan adanya ide bawaan, yang mana dalam caranya mengetahui sebuah objek diperankan oleh intuisi. Sehingga masih membutuhkan sebuah konfirmasi dari dunia luar. Untuk mendapatkan ide bawaan seseorang, bagi Descartes harus berupaya untuk mengngat kembali, yang mana dalam hal ini akan terbantukan dengan adanya dunia luar. Melihat sebuah objek diluar dengan panca indra berarti sedang mengingat kembali sebuah ide yang telah terbenamkan dalam pikiran. Indra tidak pernah berfungsi dalam memroduksi sebuah pengetahuan karena sebuah pengetahuan, semisal pola gerakan, rasa, warna sudah ada, indra hanya cara untuk mengingat sesuatu yang sudah ada. Selanjutnya sebuah ide akan diproses berdasarkan metode deduksi. Intuisi saja tidak bisa digunakan untuk menghasilkan pengetahuan apapun.

Apa yang dilakukan oleh Rene Descartes tidak lain adalah upayanya dalam membangun sistem filsafatnya, bukan sebagai pedoman pasti dalam filsafat yang tidak bisa tidak harus diikuti. Ia tidak besikap keras kepala untuk memaksakan metodenya dalam merubah total sistem filsafat. Ia hanya sekedar mengajukan sebuah tawaran dalam berfilsafat. Oleh karena itu, ia sendiri siap dan rela akan adanya kemungkinan bahwa kelak akan ada perbedaan dan perlawanan atas metode yang ia temukan. Kerendahan hatinya ini dapat dilihat dari bukunya Discourse On The Methode.


Tegalwangi, 18-03-2022

Arif Prastyo Huzaeri

Post a Comment for "Cara Memperoleh Pengetahuan Menurut Rene Descartes"