Persamaan dan Perbedaan Tahapan Menikah dengan Desain Grafis

 

bincang-bincang.com

Bagi seseorang yang telah memasuki usia pernikahan, ada baiknya bagi dirinya untuk memperhatikan beberapa langkah dan tahapan sebelum masuk ke jenjang tesebut. Memang benar, seperti kata kebanyakan orang bahwa pernikahan itu yang rumit adalah tafsirannya bukan prosesnya. Tinggal sat... set.. sat... set... sebenarnya sudah selesai, tetapi tafsiran-tafsirannya seolah hendak menafsiri dunia yang ingin dirubah pada masa mendatang.

Sama halnya dengan proses editing dalam melakukan desain grafis, yaitu sama-sama rumit. Tetapi tidak bagi mereka yang lihai dan ahli mengoperasionalkannya. Bicara tentang kerumitan dan keruwetan antara keduanya, yaitu nikah dan desain grafis, pada tulisan ini kami akan bicara tentang persamaan dan perbedaan dari keduanya yang harus diketahui oleh mereka yanng belum menikah apalagi mereka adalah seorang designer.

Antara keduanya mempunyai kesamaan di awalnya saja, tetapi harus bersimpang jalan pada akhirnya, lebih-lebih karena memang secara prinsipil jelas berbeda. Sekalipun begitu perlu dipertimbangkan demi menghindari munculnya tafsir-tafsir yang rumit atas kehidupan, karena pada intinya cukup jalani saja hidup ini. Toh sekalipun hidup tidak diberi tafsir, ia senantiasa memberi makna terus-menerus. Berikut adalah langkah-langkah yang mempunyai persamaan antara keduanya, nikah dan desain grafis.

1.      Koleksi.

Bagi seorang ahli sekalipun dalam mewarnai dan mengkreasi sebuah ide dalam bentuk ilustrasi gambar, dengan tatanan artistik yang megah dan enak dipandang, sarat akan makna yang dalam, sesuai dengan konteks realitas. Itu semua tiada bukan karena kemampuannya dalam melihat wahana desain secara matang dan tajam, sehingga mampu menghasilkan karya desain yang maksimal dan diminati banyak orang. Meskipun begitu, orang-orang dalam kapasitas tersebut tidak bisa menutup kemungkinan, bahwa keahliannya juga didapat dari cara mengumpulkan ide-ide indah. Kegiatan koleksi bentuk dan kombinasi berbagai warna adalah upaya untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan indah. Jelas harus perlu mempertimbangkan sifat kebaruan itu sendiri, karena jika tidak akan cenderung jatuh pada kegiatan mencuri ide itu sendiri.

Begitu pula dengan menikah, ada baiknya bagi seseorang untuk melakukan aktivitas koleksi. Yaitu mengkoleksi banyak karakter dari calon pasangan yang hendak dinikahi. Bukan berarti harus banyak pengalaman menjalin hubungan cinta kasih dengan banyak orang, tidak juga. Cukup memperhatikan dan menjadi pengamat yang baik. Dengan begitu akan mempunyai keluasan wawasan yang dipergunakan untuk mempertimbangkan kecocokan dengan diri sendiri. semakin banyak pengalaman maka akan semakin banyak pula kemungkinan untuk tidak menyesal dilain hari, karena sebelumnya sudah menjadi pelajaran dan titik pijak.

2.      Seleksi.

Setelah mempunyai banyak koleksi ide unik dan menarik, maka langkah selanjutnya bagi seorang designer adalah melakukan proses seleksi. Jika hasil dari koleksi lumayan banyak, maka jelas akan memberikan peluang untuk lebih mudah dan tidak perlu ribet-ribet memeras pikiran dalam-dalam. Hanya tinggal seleksi mana yang perlu dan dikehendaki untuk digunakan dan mana yang tidak perlu tinggal buang, hasilnya diupayakan adalah karya yang benar-benar tampak otentik, disamping juga artistik.

Seseorang yang telah mempunyai koleksi pengalaman terhadap lawan jenis atau telah menjalani banyak pengalaman tersebut, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah, sama dengan desain grafis, melakukan seleksi. Ia mesti memillih satu diantara yang terbaik dan terindah sesuai pandangan dan kapasitas dirinya dalam hal kecocokan. Jika menemukan keraguan antara ini atau itu, maka ia perlu diam sejenak dalam beberapa waktu untuk menemukan jawaban. Bisa jadi hal ini ditimbulkan oleh kebuntuan pikiran, karena ketertarikan dari hati yang tidak bisa difahami secara jernih.

3.      Manipulasi dan Resepsi.

Pada tahap terakhir inilah terjadi perbedaan antara keduanya, nikah dan desain grafis. Untuk seseorang designer tahap finishing yang harus dilakukan agar menghasilkan sebuah karya, maka ia harus melakukan manipulasi objek-objek yang telah diseleksi, karen jika tidak begitu maka karya yang ia hasilkan tidak lebih dari kegiatan kliping yang hanya menghimpun dan menumpuk apa yang telah ada, bukan melahirkan sesuatu yang benar-benar baru.

Sedangkan bagi seorang yang hendak melangsungkan pernikahan, maka ia mesti meneguhkan hasil seleksinya dari sekian banyak koleksi dengan jalan mengucapkan ikrar suci dalam akad pernikahan yang disaksikan oleh kedua keluarga, maka terjadilah resepsi. Jika seseorang tidak melakukan resepsi setelah seleksi, maka akan membuka kemungkinan untuk menambah koleksi lagi, dengan begitu hasil seleksi yang barusan menjadi mungkin tersingkirkan dan tidak mencapai hasil akhir.

Terkhusus bagi seorang designer, niscaya disamping ia melakukan manipulasi dan resepsi atas hasil koleksi dan seleksinya secara sendiri-sendiri.

 

Subagyo

09-03-2022      

 

Post a Comment for "Persamaan dan Perbedaan Tahapan Menikah dengan Desain Grafis"