Sobat Ambyar dan Plesetan Kopi Kapal Api

 


Kalangan milenial pasti tidak asing dengan istilah Bucin, yang merupakan kependekan dari budak cinta. Secara sosiologis kira-kira akan memperoleh definisi sebagai seseorang yang telah dibutakan pikirannya untuk melihat fakta akan dirinya, mulai dari kebutuhan, kemampuan, hak dan kewajiban sebagai seorang manusia. Karena sudah ditutupi oleh suatu pandangan tentang seseorang yang menjadi tambatan hati. Seolah dunia dan seisinya tidak berguna tanpa keberadaan si "dia".

Beberapa judul lagu juga turut mengiringi dan mendukung keberadaan dari satu status sosial ini, seperti aku bukan jodohnya, harusnya aku, waktu yang salah, ditinggal pas lagi sayang-sayange, tepung kanji dan beberapa lagu yang dinyanyikan oleh Alm Didi Kempot, pamer bojo, cidro, suket teki, banyu langit dsb.

Beliau juga didaulat sebagai The Godfather of Broken Heart, ayah baptis patah hati. Lagu-lagunya mengiringi para sobat ambyar untuk meratapi nasibnya sebagai seorang yang sedang terdiskriminasi pada wilayah perasaan. Para penggemarnya menyebut sebagai sad boys, sad girls, friend ambyar dan kempoters. Makna yang dibangun selalu mewakili rasa patah hati sejuta umat.

Sekarang kondisi patah hati telah menemukan tempatnya di arena ekonomi sebagai komoditas. Lagu adalah salah satu bentuk paling mudah dalam mengekspresikan keresahan dan kegalauan diri. Tetapi tidak selamanya yang namanya patah hati itu adalah rasa sakit yang tidak berdarah, seperti kata cak Rusdi Mathari, "laki-laki itu tidak menangis dik, tetapi hatinya berdarah". Juga bisa menjadi hiburan, dengan mengandaikan seolah sedang patah hati kemudian ia membikin quote yang sengaja untuk ditertawakan, sekalipun dalam kalimat sedang sengsara.

Salah satu quote yang menarik untuk diperhatikan sebagai salah satu perwujudan perasaan seorang Bucin yang sedang didera keluh  kesah dan rasa kecewa adalah plesetan dari kopi kapal api, sebagaimana yang telah tersebar di beberapa sosial media, seperti Instagram, Facebook dan Twitter. Berbunyi sebagai slogan sebagaimana berikut.

"Kopi Kapal api, kopinya gue minum, kapalnya gue jual, apinya buat bakar loe yang mutusin gue pas lagi sayang-sayangnya".

Menarik untuk kita preteli dari tiap diksi yang tersebut. Kreativitas sobat ambyar, dengan meminjam istilah penggemar Didi Kempot, ada saja yang ditemukan dari balik kata yang tercantum pada merek salah satu kopi di Indonesia. Tiga kata yang tercantum, bisa diarahkan pada rasa cedera dari dalam hati.

Dalam kajian ilmu memahami, hermeneutika, salah satu penunjang dalam menafsirkan teks adalah berasal dari kondisi psikologis dan sosiologis. Wajar saja jika kata "api" disana diarahkan pada makna balas dendam kepada yang terkasih saat ia mendzolimi rasa sayang yang selama ini telah mengikat janji untuk dirawat bersama, yaitu membakar.

Sebenarnya untuk memperoleh makna dalam konteks patah hati, tidak perlu menunggu patah hati beneran, cukup dengan membayangkan diri seolah sedang patah hati, suatu cara yang yang juga dioperasikan dalam upaya memahami, disebut sebagai empati psikologis. Hanya saja kurang dahsyat, apabila tidak ada unsur pengalaman. Karena tetap saja yang dibutuhkan juga adalah kontribusi sosial yang kemudian mengukir ke dalam hati, tidak sekedar kreativitas pikiran saja.

Kopi kapal api adalah salah satu saja, sebagai perwakilan nurani rakyat patah hati yang sedang dirundung pilu, karena mendapatkan kekecewaan dari mereka yang menjadi tambatan hatinya. Juga sebagai guyonan yang cukup menghibur para pemerhati perasaan dan penggemar quote. Memang sejarah patah hati telah tertulis jauh sebelum Masehi, tanpa harus menetapkan permulaannya. Tetapi generasi Z menulis dengan arah baru, bahwa patah hati tidak sekedar menyeramkan dan menyengsarakan pelaku dan penonton, tetapi juga menggembirakan sebagai modal joke dalam kehidupan penuh suka, duka, getir, tawa dan gembira.

Sangat pas kiranya mereka yang menjadikan patah hati sebagai modal hiburan, sebenarnya diberi anugrah kehormatan sebagai relawan patah hati. Yaitu mereka yang selalu mencarikan unsur  kegembiraan dalam urusan hati yang berdarah atau pipi yang basah.

 

Saputro

Tegalwangi, 22-03-2022

Post a Comment for "Sobat Ambyar dan Plesetan Kopi Kapal Api"