Film ini menceritakan tentang kisah romance antara Mahesa dan Alamat dengan latar tempat di Barcelona, Spanyol. Mahesa adalah seorang pria tampan, dengan modal itu ia tipu beberapa wanita yang terpaut sebab ketampanannya. Dalam menjalankan aksi kriminalnya ini ia dibantu oleh dua orang temannya . Sampai pada akhirnya di sebuah Kafe mereka, Mahesa dan Alana bertemu, dan dimulailah kisah ini.
Awalnya Mahesa memilih Alana sebagai mangsanya, tetapi kemudian ia sadar bahwa dirinya tidak bisa menipu Alana karena ia jatuh hati pada perempuan yang sebenarnya sudah mempunyai pacar. Namanya Danu anak orang kaya yang segala fasilitas kebutuhannya dicukupi oleh orang tuanya, termasuk untuk menjaga Alana, ia telah menyiapkan seorang pengawal pribadi, semacam bodyguard dan CCTV yang senantiasa mengawasi dan menyampaikan dimana Alana pergi melakukan apa.
Pengawal Alana yang disiapkan Danu, merupakan bentuk rasa kepemilikan dari Danu kepada wanitanya yang berlebihan. Awalnya ia adalah lelaki yang baik dan penuh perhatian sehingga membuat Alana jatuh cinta padanya. Lambat laun berubah menjadi posesif yang ekstrem dan menjadikan Alana kurang nyaman. Alana sendiri mulai menyadari bahwa ia dan Danu sebenarnya tidak saling mencintai, hanya saja Alana tidak mencoba melepaskan dan Danu sendiri masih merasa memiliki Alana.
Baru kemudian dengan hadirnya Mahesa, Alana membuat ketegasan untuk melepaskan Danu dan menampilkan cintanya yang utuh kepada Mahesa. Tetapi sikap posesif Danu membuat gejolak dengan Mahesa. Disatu sisi kebobrokan akhlak Mahesa diketahui oleh Alana. Sehingga terjadi ketegangan antara mereka bertiga, dengan pola Alana membenci Mahesa sesudah tabir diungkap, Danu marah besar kepada Mahesa karena mencoba mengambil Alana dari rengkuhannya, Danu masih saja menjalin hubungan dengan Alana sekalipun hubungan sudah terasa gambar, sedangkan Mahesa sepenuh hatinya masih mencoba untuk kembali menyulam hubungannya dengan Alana secara murni dan tulus, sebagai seseorang yang mencintainya bukan penipu.
Antara mencintai dan memiliki.
Dalam film ini menampilkan dua karakter yang berusaha menerjemahkan rasa yang dikandung dalam hati masing-masing. Pertama, tipikal seorang Mahesa dan Kedua tipikal seorang Danu. Yang mana keduanya sama-sama mengutarakan rasanya kepada seorang gadis yang sama.
Perlu disadari bahwa yang terberat dari mencintai adalah kesiapan untuk tidak mengekang, kesadaran untuk melepas menjadi bebas entah pada diri sendiri dan orang yang dimaksud. Dalam arti tidak menjadikan orang yang dicintai sebagai objek, melainkan tetap menempatkannya sebagai subjek yang utuh yang kapanpun terbang pergi dan datang. Dan itu semua dilalui dengan jalan penuh keikhlasan.
Dengan demikian akan menjadikan orang yang dicintai benar-benar sebagai manusia, tanpa kehilangan kebebasannya. Karena cinta justru membebaskan bukan lagi mengekang. Sikap Danu yang begitu posesif, mencoba mendisiplinkan hati Alana menyebabkan rasa cintanya luntur. Alana tidak menaruh lagi perasaan kepada Danu, relasi keduanya meski belum terucap kata putus sebenarnya hanyalah hubungan komunikasi kultural saja, tidak terjadi persinggungan dan pertautan batin yang mendasar dan berarti.
Justru Alana menemukan cinta yang membebaskan itu dari si penipu, Mahesa. Mahesa tidak mencoba bagaimana supaya Alana ada atau tidak ada dari rengkuhannya, melainkan bagaimana Alana ceria dan tersenyum berdasarkan relasi tersebut.
Menjadi problematis, apabila menuruti konsep cinta yang membebaskan, karena apakah siap kiranya seseorang untuk mencintai dengan menganggapnya ada tanpa harus mempunyai? Karena biasanya setelah sesuatu itu ada akan ditanyakan status kepunyaannya.

Post a Comment for "Bedah Film: One Fine Day"