Luffy: Aku Akan Melampauimu

 


Setelah mengalami luka parah dan kalah berkali-kali, seperti biasa, tidak mudah menyerah dan bersikeras, kapten topi jerami, Monkey D Luffy berujar dengan semangat yang tetap membara,”aku akan melampauimu.” Kalimat tersebut ditujukan kepada Crocodile, seorang Shichibukai dan pemimpin agen rahasia, Baroque Works, di arc Alabasta. Pada akhirnya memang Luffy memenangkan perkelahian dengan berbagai cara dan dengan berbagai luka.

Terlalu sederhana mungkin untuk menilai kemenangan demi kemenangan Luffy dengan pembesar-pembesar dalam dunia One Piece, yang lebih senior, lebih kuat dan lebih berpengalaman jika hanya mengacu serta mendefinisikan kalau Luffy adalah karakter protagonis dan peran utama dalam serial One Piece.

Bagi yang telaten menonton One Piece dari satu seri ke seri yang lain, dari satu arc sampai arc terakhir maka akan menemukan satu point utama bagaimana kru topi jerami yang dibilang terlalu dini untuk menentang pemerintah dunia bisa tetap bertahan di tengah gempuran dan tantangan dari berbagai arah, yaitu upaya untuk selalu meningkatkan kemampuan diri. Bukan hanya dilakukan oleh sang Kapten, nyaris seluruh anggotanya juga berlatih. Bahkan Nami sekalipun yang tidak memiliki karakteristik bertarung, masih saja menyempatkan diri untuk belajar.

Disinilah inti sari dari kalimat Luffy, “aku akan melampauimu”. Kata “akan” benar-benar dilakukan dengan berbagai proses upgrade diri. Untuk Luffy sendiri, ia bisa meningkatkan kemampuannya dari Gear satu hingga lima. Zoro dan Sanji juga demikian. Seluruh kru mempunyai kehendak untuk melampaui dirinya yang dulu.

Dengan demikian bukan berarti tidak boleh kalah. Terlalu dramatis dan memuakkan barangkali jalan cerita apabila tidak pernah kalah. Upaya untuk melampaui ternyata juga diwarnai oleh kekalahan tetapi dalam kapasitasnya yang sesaat. Luffy dikalahkan oleh racun Magellan di arc Impeldown. Zoro juga kalah telak melawan pendekar pedang Mihawk. Sanji bahkan kalah berkali-kali ketika melawan perempuan.

Sekalipun Oda menarasikan sebuah kekalahan (dalam arti yang luas) tetapi dari kekalahan itulah ada semangat untuk terus bangkit. Belajar dari kekalahan membuat mereka semakin kuat. Oleh karena itu, titik balik dari upaya untuk terus melampaui itu didasarkan pada dua keadaan, pertama semangat diri untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan dan kedua terus bangkit setelah menderita kekalahan.

Pada item kedua ini sangat jelas diperlihatkan pasca kejadian terbunuhnya Portgas D Ace, dimana Luffy menderita batin secara luar biasa. Akhirnya selama dua tahun ia ditempa langsung untuk berlatih haki dibawah asuhan wakil raja bajak laut, Raeylegh. Kondisi Luffy ini persis seperti yang pernah diucapkan oleh seorang pemikir besar Jerman, Friedrich Nietzsche, “apa-apa yang tidak membunuhmu itu akan menguatkanmu.”

Nyawa Luffy nyaris melayang terkena tinju magma dari Akainu, akan tetapi ia dilindungi oleh sang kakak, Ace dan merenggut nyawanya. Setelah kejadian itu, luffy selamat sekalipun setiap hari ia merasakan kematian. Tidak jadi terbunuh di Marienford, itulah yang menguatkannya. Pada Arc Sabaody Luffy dan nakamanya sempat berkelahi dengan Kizaru, secara kemampuan dan pengalaman sudah terlewat jauh. Akan tetapi kelak, Luffy menantangnya kembali dan mengatakan kalau dirinya telah seratus kali lipat lebih kuat dari dulu. Dengan berbagai rintangan, pengorbanan, perkelahian yang sangat banyak ia benar-benar melampaui dirinya yang dulu.

Selain itu, ada hal penting yang bisa dibilang sebagai keistimewaan kapten Mugiwara ini. Bahkan nilainya lebih daripada segala skill berkelahinya, yaitu kemampuannya untuk membuat musuh berpihak menjadi kawannya. Hal ini diutarakan oleh Mihawk di perang Marienford. Jadi kalau mau dihitung, beberapa kejadian yang memungkinkan ia tewas ternyata diselamatkan oleh orang yang dulu menjadi musuhnya, seperti Mr. 2 dan Mr. 3 di arc Impeldown. Termasuk juga diantaranya adalah Miss All Sunday alias Nico Robin dan Franky, yang mana keduanya pernah terlibat baku hantam di kemudian hari menjadi kru dan teman yang dibela mati-matian oleh Luffy.

Luffy juga tidak segan-segan menunjukkan sikap rendah hatinya dengan senantiasa menerima maaf kesalahan nakamanya. Seperti Usopp yang sebetulnya sudah keterlaluan, hingga membuat Zoro naik pitam atas keputusannya keluar dari kru kemudian dengan mudahnya ingin masuk kembali, seolah tidak pernah terjadi apapun. Begitu pula dalam kasus yang sama dan konteks berbeda adalah Sanji.

Luffy sebagai kader dari Shanks, tidak pernah menaruh hati secara berlebih terhadap kejadian-kejadian yang melukai dirinya, baru ia akan menunjukkan kapasitasnya sebagai calon raja bajak laut ketika para nakamanya sedang terancam. Begitulah Luffy, ia selalu melampaui dirinya dan kekuatannya bukan dari skill berkelahi, tetapi kemampuannya yang aneh untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan kepentingannya. Itulah yang membuat ia bertahan sehingga tampil sebagai sosok yang kuat.

Post a Comment for "Luffy: Aku Akan Melampauimu"