Luffy bukan tipe lelaki yang mempunyai orientasi kepada
perempuan, entah dalam arti mendambakan cinta yang tulus atau sosok mesum yang
melihat perempuan hanya dari gairah syahwatnya saja. oleh karena itu sulit
diperkirakan mana pilhannya ketika diajukan dua nama antara Nami dan Boa
Hancock. Berbeda lagi posisinya seandainya Sanji yang diberi pilihan demikian.
Bisa saja ia akan memilih kedua-duanya atau salah satunya karena yang satu
gagal dimenangkannya.
Orientasi Luffy hanya Raja Bajak Laut, dan cerita One Piece
adalah perjalanan Luffy menuju kesana. Bisa dibuah sebuah hipotesa bahwa
berakhirnya cerita One Piece ditutup dengan tercapainya keinginan Luffy atau
gagalnya dan tidak menemukan alur cerita lagi, semisal ia gugur seperti
kakaknya Ace.
Oleh karena itu sudah sangat jelas tidak bisa dijadikan
pilihan antara Nami dan Boa Hancock untuk Luffy. Akan tetapi apabila dipaksakan
dengan beberapa pertimbangan yang menyertai dua perempuan tersebut bagi Luffy,
maka bisa diperlihatkan penyudutan dari sebuah jawaban, dimana Luffy harus
meletakkan hatinya.
Sebelumnya perlu diketahui bagaimana relasi dua perempuan
itu dengan Luffy. Bagi penggemar OP, akan menemukan sebuah chemistry dari
masing-masing relasi antara Hancock dan Nami dengan Luffy, sebagaimana yang
dikreasikan oleh Oda.
Seringkali Oda menggambarkan dalam banyak kesempatan bahwa
Nami senantiasa mengkhawatirkan Luffy, sekalipun hal yang sama juga dilakukan
oleh kru Mugiwara yang lain. Akan tetapi intensitasnya berbeda dengan bagaimana
Nami menunjukkan perhatiannya kepada Luffy. Seperti halnya saat peristiwa
Marineford, dimana kakak tercinta Luffy mesti meregang nyawa. Sebagai seorang
komandan divisi kedua Bajak Laut Shirohige, kematian Ace tersiar secara luas
lewat media cetak. Seluruh kru Mugiwara memang benar sama-sama mengetahuinya,
tetapi khusus dengan Nami ia menunjukkan sebuah sikap empati psikologis yang
lebih dalam dari pada yang lain. seolah tidak sekedar merasa berduka atas apa
yang dialami oleh seorang kawan seperjuangan ada hal lebih dari itu semua.
Meskipun demikian, sosok Nami digambarkan dengan
karakteristik pribadi yang mencintai harta duniawi. Orientasinya selain
menggambar peta dunia adalah kekayaan. Bahkan sepertinya ia lebih dibutakan
oleh kekayaan dan bisa jadi adalah pertimbangan yang sulit antara menggambar
peta dunia atau memiliki harta karun dari seluruh Bajak Laut yang ada.
Relasi antara Luffy dan Nami secara pribadi selain sebagai
kru, tidak lain adalah rasa yang belum selesai untuk diberikan deskripsi atas
penggambaran yang lebih jelas. Obsesi nami kepada harta seolah melampaui
segalanya. Belum pernah sekali ia meragukan dirinya sendiri sebagai pecinta
emas.
Beda orang beda cerita, Hancock adalah sosok yang terpesona
dan obsesi dirinya sebagai Ratu Bajak Laut tertuju pada Luffy. Ia menyatakan
cinta secara tegas kepada Luffy dan jelas sekali diketahui oleh seluruh
rakyatnya, ia hanya mengalah, pasrah dan halus hanya kepada Luffy. Sedangkan
kepada seluruh laki-laki yang ada ia seperti macan Kumbang yang tidak makan
selama seminggu. Sikapnya tersebut tumbuh bukan tanpa alasan, melainkan karena
Luffy lah yang lebih dulu memberikan pengertiannya kepada Hancock dan dua
saudaranya tersebut. Luffy menerima dengan memahami secara apa adanya tanpa
dipoles dengan dalil apapun. Inilah yang membuat Hancock jatuh hati pada Luffy.
Sebagaimana kejadian saat eksekusi Luffy dan dipertontonkan ke seluruh rakyat
Kuja. Ia yang mengetahui rahasia Hancock dan dua suadaranya tersebut memilih
untuk melindunginya dari mata publik sebuah segel budak dipunggungnya. Meskipun
dirinya nyaris dibunuh. Ini ketulusan Luffy.
Satu hal saja yang menyebabkan relasi yang bersifat pribadi
antara Luffy dengan Hancock terganggu, yaitu Luffy sendiri tidak sadar atau
tidak memberikan respon atas cinta Hancock.
Berdasarka realita yang terjadi dari masing-masing perempuan
yang mempunayi intensitas kedekatan dengan calon Raja Bajak Laut di dunia One
Piece ini, maka sesuai pertimbangan ada baiknya, jika memang Luffy harus
memilih, maka Hancock menjadi pilihannya. Mengapa demikian?
Jadi, Hancock adalah adalah sosok bunga yang telah mekar
dimana kehadirannya hanya didedikasikan kepada Luffy dan tindakan tersebut
tanpa ada motif apapun yang mengekang, memaksa atau menjadikannya sebagai alat
untuk tujuan lain, Luffy saja tidak ada yang lain. kira-kira begitu. Selain itu
dalam sebuah relasi antara memilih untuk dicintai atau mencintai, maka
sebaiknya memilih untuk dicintai. Pada hakikatnya seseorang dalam soal cinta
seperti anak kecil. Ia akan selalu belajar dari awal lagi untuk seorang yang berbeda.
Sekalipun ia punya pengalaman untuk mencintai orang lain dulunya. Memilih untuk
dicintai akan memudahkan seseorang untuk memberikan rasa cinta balik. Kecuali
ia sudah yakin apabila tidak bisa mencintai balik,itu berbeda lagi.
Sedangkan Nami, apabila Luffy memilihnya maka ia akan
bersaing dengan obesesi-obesesi akan hartanya, selain dengan peta dunia yang
ingin digambarnya. Luffy akan masuk ke dalam situasi yang tidak masuk akal,
untuk terus menerus bersaing dengan sesuatu yang tidak akan ada habisnya itu,
bahkan ia bisa bertaruh dengan rasa keputus-asaan jika dilanjutkan secara terus
menerus.
Jika memang benar akhir dari cerita One Piece adalah dengan tercapainya mimpi para kru Mugiawara dan Luffy menjadi Raja Bajak Laut, maka setelah itu Luffy bisa menjalani hidup sebagaimana manusia normal lainnya, yaitu belajar mencintai, semisal dengan Hancock.


Post a Comment for "Nami atau Boa Hancock"